TRANSLATOR

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Tampilkan postingan dengan label sport news. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sport news. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Mei 2012

Imbang, Indonesia Lolos ke Semifinal


Timnas Indonesia. (Foto: thirty37seven.blogspot.com)
Timnas Indonesia. (Foto: thirty37seven.blogspot.com)
DURA – Pertandingan Indonesia melawan Irak-Kurdistan berakhir imbang 1-1. Hasil ini membuat Tim Merah Putih lolos ke babak semifinal di turnamen Al-Nakbah Cup 2012.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Dura Stadium, Dura, Sabtu (19/5/2012), malam WIB, Timnas Indonesia kembali mengandalkan Titus Bonai dan Irfan Bachdim di lini depan untuk menggempur pertahanan Kurdistan.

Timnas Indonesia sempat tertinggal lebih dulu pada menit 17 lewat Abdullah. Namun, satu menit kemudian Tim Merah Putih berhasil membalas lewat gol yang dicetak oleh Titus Bonai pada menit 18. Skor babak pertama berakhir 1-1.

Babak kedua, Timnas Irak-Kurdistan bermain lebih menyerang. Tim yang tidak terdaftar di FIFA ini karena bukan negara mencoba untuk memanfaatkan lebar lapangan dan memanfaatkan umpan silang. Tapi, Timnas Indonesia mampu bertahan dengan baik.

Beberapa kali Timnas Irak-Kurdistan mendapatkan kesempatan untuk mencetak gol. Tapi, kiper Wahyu Tri Nugroho berhasil menahan gempuran pemain lawan. Skor 1-1 tetap bertahan hingga pertandingan ini berakhir.

Dengan hasil imbang ini, maka Indonesia berhak mendapatkan jatah satu tiket ke babak semifinal Al-Nakbah Cup 2012. Tim Merah Putih akan berhadapan dengan tuan rumah Palestina, yang berhasil menjadi juara di Grup A.

Liga Champions - Suka Chelsea, Duka Spurs

FOTO:Getty ImagesKeberhasilan Chelsea menjuarai Liga Champions ikut berdampak buruk untuk klub Inggris asal kota London lain, Tottenham Hotspur. Kini Spurs harus rela untuk tampil di Liga Europa musim depan.

Spurs menyudahi musim ini di posisi empat klasemen Liga Primer Inggris, posisi yang sejatinya akan memberikan tiket ke fase kualifikasi Liga Champions musim depan.

Akan tetapi tiket itu kini melayang karena Chelsea, yang finis di posisi enam klasemen akhir Liga Primer, berhasil mengalahkan Bayern Munich di final Liga Champions, Minggu (20/5/2012) dinihari WIB.

Hasil itu membuat Chelsea, sebagai juara bertahan, yang akan lolos ke ajang Liga Champions musim depan dan membuat Spurs harus rela tergeser untuk tampil di ajang Liga Europa--Inggris dapat jatah empat klub untuk tampil di Liga Champions, yang kini digondol oleh Manchester City, Manchester United, Arsenal, dan Chelsea.

Kenyataan tersebut bukan cuma akan mengurangi potensi pendapatan Spurs--Guardian menyebut Spurs mendapat 25,34 juta poundsterling setelah mencapai perempatfinal Liga Champions tahun 2010/2011--tetapi juga bisa berimbas kepada hijrahnya beberapa pemain pilar.

Setidaknya ada dua nama yang digadang-gadang bisa memutuskan angkat kaki jika Spurs gagal lolos ke Liga Champions musim depan, yakni Gareth Bale dan Luka Modric.

Itulah mengapa sebelum final Liga Champions kali ini Manajer Spurs Harry Redknapp sempat berharap Bayern dapat mengalahkan Chelsea, yang juga rival sekota Spurs di London.

"Aku ingin Tottenham finis di (zona) Liga Champions dan sekarang tergantung Bayern Munich untuk menyelesaikan pekerjaan. Apa yang akan terjadi, terjadilah," kata Redknapp ketika itu, seperti dilansir ESPN.

Yang terjadi kemudian, kenyataannya tidaklah sama seperti keinginan dan harapan Redknapp dan para suporter Lily Whites.

Final di Munich Kembali Lahirkan Juara Baru

FOTO:AFP/Patrik StollarzMunich - Dalam sejarahnya, setiap final yang berlangsung di kota Munich selalu melahirkan juara baru. Musim ini, sejarah tersebut kembali terulang dengan keluarnya Chelsea sebagai juara.

Ironisnya, sejarah kelahiran juara baru itu muncul dengan mengangkangi klub asal kota itu sendiri--dan terjadi di stadion sang klub itu sendiri--, Bayern Munich. Die Roten yang tampil dominan nyaris sepanjang laga akhirnya harus takluk lewat sebuah drama adu penalti.

Kota Munich, sebelum perhalatan final musim ini, sudah tiga kali ditunjuk sebagai tuan rumah final Liga/Piala Champions.

Pertama kali dihelat tahun 1979 di mana Nottingham Forest yang mengalahkan Malmo FF dengan skor 1-0. Itu adalah gelar pertama tim asal Inggris itu yang saat itu dilatih manajer legendarisnya, Brian Clough.

Kemudian di tahun 1993 Olympique Marseille meraih kemenangan 1-0 atas AC Milan sekaligus merengkuh trofi pertama dan satu-satunya hingga saat ini. Terakhir kota Munich menghelat laga final adalah 15 tahun lalu saat Borussia Dortmund menyungkurkan Juventus dengan skor 3-1 untuk merebut titel pertamanya.

Chelsea pun menjadi tim ke-22 yang pernah menjadi juara Piala/Liga Champions. Ini merupakan kesempatan kedua mereka berlaga di final. Pada kesempatan sebelumnya, The Blues kalah melalui adu penalti dalam final yang dihelat di Moskow.

Didier Drogba: From Hero to Hero!

FOTO:AFP/Patrik StollarzMunich - Didier Drogba tak pelak menjadi salah satu aktor penting keberhasilan Chelsea di final Liga Champions. "From Hero to hero!" demikian label yang bisa dilekatkan kepadanya.

Drama tersaji di Allianz Arena, Minggu (20/5/2012) dinihari WIB. Bayern Munich yang nyaris sepanjang laga menguasai jalannya laga pada akhirnya menjadi pihak yang kalah. Para pemain mereka bergelimpangan di lapangan ketika laga habis, menutup muka, sedih, sementara Chelsea berada di tribun mengangkat trofi.

Bayern yang tak henti-hentinya membombardir gawang Chelsea sempat berteriak kegirangan ketika sundulan Thomas Mueller di menit ke-83 memantul tanah, mengenai mistar gawang, dan akhirnya masuk ke gawang Chelsea. Lihat saja ekspresi kegembiraan Mueller. Ia berteriak, terjatuh ke tanah karena rekan-rekannya berebut untuk memeluknya.

Mueller akhirnya meninggalkan lapangan pada menit ke-87. Ia digantikan oleh Daniel Van Buyten, seorang bek--mungkin Jupp Heynckes mengira laga sudah usai atau secara rasional, ingin "menutup laga" pada saat itu juga. Mueller sendiri berjalan ke bangku cadangan senyum terkembang di wajah. Ia mlakukan tos kepada rekan-rekannya sebelum akhirnya duduk di bench.

Siapa sangka semua kegembiraan itu lenyap semenit kemudian?

Berawal dari sebuah sepak pojok--yang mana merupakan sepak pojok pertama Chelsea pada laga tersebut, berbanding dengan belasan sepak pojok yang dimiliki Bayern--Didier Drogba melompat dan menanduk dengan keras bola hasil sepak pojok Juan Mata. Bola mengarah ke tiang dekat dan Manuel Neuer tak mampu membloknya.

Skor berubah menjadi 1-1. Drogba berlari ke sisi lapangan dan meluncur di atas tanah, merayakan kesuksesannya. Siapa bilang final sudah usai?

Momen Menjadi 'Zero'

Drogba menjadi 'Hero'. Skor 1-1 tersebut membuat pertandingan harus dilanjutkan ke babak tambahan waktu, dan sial baginya, dirinya sempat menjadi 'Zero' di sini. Akibat kecerobohannya menyenggol engkel Frank Ribery dari belakang, Bayern mendapatkan penalti. Tak hanya itu, Ribery pun tak bisa melanjutkan pertandingan lagi dan akhirnya digantikan Ivica Olic. Laurent Blanc bisa jadi harap-harap cemas melihat hal tersebut.

Tapi, Arjen Robben yang menjadi algojonya membuang kesempatan itu. Tendangan penaltinya dengan mudah dibaca oleh Petr Cech dan diblok oleh penjaga gawang asal Republik Ceko itu. Chelsea selamat, skor tetap 1-1, dan Drogba tidak berubah menjadi pesakitan.

Lalu, waktu bergerak ke menit 120. Drama adu penalti dimulai. Siapa sangka Olic yang masuk menggantikan Ribery menjadi salah satu pemain selain Bastian Schweisnteiger dan Juan Mata yang gagal mengeksekusi penalti. Schweinsteiger barangkali menjadi yang paling menyesal. Ketika seharusnya dia menjadi pahlawan untuk timnya, sepakannya malah membentur tiang gawang.

Jadilah Drogba mendapatkan kesempatan untuk menjadi algojo. Tidak seperti Robben, Olic, ataupun Schweinstiger, bomber asal Pantai Gading itu dengan tenang mengeksekusi tendangannya. Neuer sekali lagi berhasil ditaklukkannya. Dan yang paling penting lagi, Eropa berhasil ditaklukkannya.

Drogba berubah lagi menjadi 'Hero'.

Berbuat Demi Tim

Sesungguhnya, ini bukanlah pertama kalinya Drogba menjadi pahlawan bagi Chelsea di sebuah partai besar. Beberapa pekan silam, ia menyumbang satu gol untuk membawa The Blues mengalahkan Liverpool. Drogba memang punya catatan bagus jika berlaga di Wembley dan itulah yang membuat Roberto Di Matteo memilih untuk memainkannya ketimbang Fernando Torres.

Dengan statusnya kini sebagai pahlawan yang membawa Chelsea menjadi juara Eropa, pertanyaan yang belakangan menggantung pun muncul lagi; apakah kontraknya akan segera diperpanjang?

Ya, kontrak Drogba dengan penghuni London Barat itu tak lama lagi akan berakhir dan sampai saat ini belum ada tanda-tanda pembicaraan untuk memperbaruinya. Drogba sendiri tampak enggan membicarakannya, apalagi menjelang final di Munich ini. Ia memilih untuk berkonsentrasi dulu dengan laga final.

"Yang paling penting untuk saya saat ini bukanlah masa depan saya, tetapi tim. Sungguh. Saya ingin memberikan segalanya bagi tim dan fans-nya. Baru setelah itu kita pikirkan yang lainnya," tukas penyerang berusia 34 tahun ini sebelum final berlangsung.

Adu Penalti Tak Lagi Berakhir Pahit untuk Chelsea

FOTO:Getty Images/Lars Baron/BongartsBeritabola.com Jakarta - Chelsea pernah merasakan pahitnya kekalahan di final Liga Champions. Tidak demikian kali ini, karena 'Si Biru' sekarang berjaya dalam adu tos-tosan.

Sebelum musim ini Chelsea sudah satu kali berhasil lolos ke final Piala Champions/Liga Champions. Hal itu terjadi di musim 2007/2008.

Sialnya pengalaman pertama itu berakhir dengan mengecewakan. Di partai puncak Chelsea harus kalah dari Manchester United yang memenangi partai puncak melalui adu penalti.

Musim 2011/2012 menjadi kali kedua Chelsea berhasil menjejak partai puncak. Lawannya adalah Bayern Munich di Allianz Arena, Minggu (20/5/2012) dinihari WIB.

Pada prosesnya, pertandingan itu mesti dituntaskan lewat adu penalti setelah skor 1-1 terus bertahan sampai dengan berakhirnya extra time.

Untuk Bayern, adu penalti di final Liga Champions dan format lawasnya juga tidak terlalu asing. Bayern juga pernah harus adu tos-tosan di final musim 2000/2001, kendati berbeda dari Chelsea, Bayern saat itu tampil jadi pemenang dengan mengalahkan Valencia.

Kali ini, situasi berubah. Chelsea menjadi tim yang bersorak-sorai setelah adu penalti sedangkan para pemain Bayern terduduk lesu, setelah Chelsea mengalahkan Bayern 4-3 di babak adu penalti.

Dari lima algojo Bayern, Phillip Lahm, Mario Gomez, dan Manuel Neuer sukses menuntaskan tugas sedangkan Ivica Olic dan Bastian Schweinsteiger gagal.

Sementara dari Chelsea, Juan Mata menjadi satu-satunya eksekutor yang gagal memasukkan bola. Sedangkan David Luiz, Frank Lampard, Ashley Cole, dan Didier Drogba berhasil menyarangkan bola.

Chelsea Juara, Allianz Arena Berduka


Chelsea akhirnya juara Liga Champions (foto:Getty Images)
Chelsea akhirnya juara Liga Champions (foto:Getty Images)
MUNICH – Chelsea akhirnya berhasil meraih trofi Liga Champions perdananya, usai menekuk Bayern Munich melalui adu penalti dengan skor 4-3 (1-1) di Allianz Arena.

Pada Interval kedua Bayern Munich berhasil mencetak gol lewat sundulan Thomas Mueller. Tapi sayangnya, gol tersebut langsung dibalas tandukan dari Didier Drogba. Pertandingan pun terpaksa berakhir imbang 1-1 dan dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu, bahkan harus di akhiri lewat drama adu penalti.

Bertanding di hadapan pendukung sendiri, Bayern Munich mengambil inisiatif menyerang sejak peluit babak pertama ditiup. Hasilnya, pada menit keempat Bastian Schweinsteiger mengancam gawang Petr Cech, jika saja tendangannya tidak melambung di atas gawang Cech.

Hanya dalam hitungan detik, raksasa Bavaria membuka peluang melalui pemain muda Toni Kroos tapi sayang tendangannya hanya melewati kanan gawang Petr Cech. Peluang demi peluang menghampiri anak Jupp Heynckes, kali ini melalui mantan pemain The Blues Arjen Robben. Namun, lagi-lagi tendangan gelandang Timnas Belanda itu hanya melambung jauh dari gawang.

Memasuki menit ke-20, serangan Bayern kian menggila. Jika saja Cech tidak tampil gemilang menjaga gawangnya, entah harus berapa kali ia memungut bola di Allianz Arena hari ini.

Bayern hampir memegang kendali permainan, alhasil Chelsea hampir tidak memegang bola. Peluang Chelsea hadir pada menit ke 33, ketika wasit memberikan tendangan bebas. Sayang Mata gagal menjalankan tugasnya, tendangan pemain internasional Spanyol melambung ke atas gawang Neuer.

Semenit berselang, gantian FC Hollywood membuka peluang melalui Ribery. Namun, lagi-lagi tendangan pemain internasional Prancis hanya menyamping ke kanan gawang.

Memasuki masa injuri time gantian Gomez mengancam gawang Cech. Namun, tendangannya berhasil diblok oleh kiper asal Republik Ceska tersebut. Tekanan demi tekanan dihadirkan para pemain Munich. Mengambil alih pertandingan dengan beragam serangan, namun tak satu gol pun tercipta.

Babak II

Memasuki interval kedua, Bayern terus melakukan tekanan terhadap Chelsea. Salah satu yang paling berbahaya adalah pada menit ke-53. Bayern bisa saja unggul, jika Frank Ribery tidak terperangkap off-side. Skor masih sama 0-0.

Allianz bergemuruh ketika pemain muda Thomas Mueller berhasil mencetak gol ke-83. Memanfaatkan umpan lambung dari Toni Kroos, tandukan pemain internasional Jerman itu sukses memperdayai Cech.

Sial bagi tuan rumah, super Drogba mampu menyamakan kedudukan usai menerima tendangan sudut Juan Mata pada menit ke-88. Hingga peluit panjang babak kedua, skor masih sama 1-1. Pertandingan harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu 2 X 15 menit.

Extra Time

Memasuki extra time babak pertama, wasit menghadiahi Bayern penalti usai tekel keras yang dilakukan Drogba terhadap Ribery di dalam kotak penalti. Robben yang menjadi algojo gagal mengeksekusi penalti. Alhasil skor masih tetap imbang 1-1.

Kedua tim terus bermain menyerang dan berbagai peluang pun masih terus diciptakan oleh kedua klub. Namun sayang hingga memasuki perpanjangan waktu 2 X 15 menit, kedua tim enggan menciptakan gol kemenangan. Pertandingan pun harus diselesaikan lewat adu penalti.



Drama Adu Penalti:

Bayern:

Lahm: O

Gomez: O

Neuer: O

Olic: X

Schweinsteiger: X



Chelsea:

Juan Mata: X

David Luiz: O

Lampard: O

Ashley Cole: O

Drogba: O



NB: O = gol, X = gagal



Susunan Pemain

Bayern Munich: 1. M. Neuer, 21. P. Lahm , 17. J. Boateng, 26. D. Contento, 10. A. Robben, 31. B. Schweinsteiger, 7. F. Ribéry (Olic 97’), 44. A. Tymoshchuk, 39. T. Kroos, 33. M. Gómez, 25. T. Müller (D. Van Buyten 87’)



Chelsea: 1. P. Cech, 3. A. Cole, 24. G. Cahill, 17. Jose Bosingwa, 4. David Luiz, 34. R. Bertrand (Malouda 73’), 8. F. Lampard, 12. J. Obi Mikel, 11. D. Drogba, 21. S. Kalou (Torres 84’), 10. Mata

'Neuer Ambil Penalti karena Pemain Lain Kurang Pede'

FOTO:Getty ImagesMunich - Kiper Manuel Neuer menjadi salah satu algojo Bayern Munich dalam babak adu penalti lawan Chelsea. Bukan untuk gaya-gayaan karena pemain Bayern lain, termasuk Arjen Robben, ternyata tak bersedia akibat kurang percaya diri.

Neuer menjadi penendang ketiga Bayern saat adu tos-tosan dengan Chelsea di final Liga Champions, Minggu (20/5/2012) dinihari WIB, yang harus dilakukan setelah kedua tim terus bermain imbang 1-1.

Sepakan si penjaga gawang memang berhasil menjebol gawang Chelsea yang dikawal Petr Cech. Namun, kemunculan Neuer tersebut tak ayal cukup mengejutkan mengingat pemandangan tersebut kurang lazim.

"Beberapa pemain saya merasa tidak cukup percaya diri untuk mengambil penalti. Mereka kelelahan setelah bermain 120 menit. Anda tak bisa memaksa siapapun untuk mengambil penalti," tukas Pelatih Bayern Jupp Heynckes di Reuters.

Heynckes kemudian menyebut bahwa salah satu pemain yang tidak bersedia mengambil penalti itu adalah Robben, pemain yang sebenarnya amat terbiasa jadi algojo Bayern--ia juga sempat mengambil tendangan penalti yang gagal diselesaikan di paruh pertama babak extra time.

"Ia merasa tidak cukup percaya diri untuk maju. Itu mengapa Neuer maju mengambil penalti. Ini dapat dipahami. Itu sah-sah saja dan saya perlu tahu itu," lanjutnya.

Pada akhirnya Bayern kalah 3-4 di babak adu penalti dan Chelsea pun tampil jadi kampiun Liga Champions musim ini.

Mimpi Buruk Die Roten di Rumah Sendiri

FOTO:AFP/Patrick StollarzMunich - Bermain di rumah sendiri, lebih diunggulkan, sudah nyaris juara, tapi akhirnya gagal. Itulah rangkuman perjalanan Bayern Munich di final Liga Champions musim ini, sesuatu yang jadi mimpi buruk bagi mereka.

Laga di Allianz Arena, Minggu (20/5/2012) dinihari WIB, awalnya diprediksi akan bisa dilewati Bayern dengan mudah. Mengalahkan Chelsea yang tampil tidak dengan kekuatan terbaiknya harusnya bukan pekerjaan sulit buat serdadu Bavaria.

Tapi, kenyataan di lapangan berbicara sebaliknya. Meski tampil sangat dominan dan punya cukup banyak peluang, Die Roten terbentur buruknya penyelesaian akhir. 

Harapan juara sempat membesar setelah Thomas Mueller mencetak gol. Namun, itu tak berlangsung lama karena Chelsea mampu membalas lewat Didier Drogba.

Harapan kedua melalui penalti Arjen Robben pada masa perpanjangan waktu juga tak kesampaian. Robben lagi-lagi gagal mengeksekusi tendangan 12 pas di momen krusial, persis seperti kegagalannya di Signal Iduna Park yang membuat Bayern kalah dari Borussia Dortmund di Bundesliga.

Di babak tos-tosan, Bayern tak lagi bernasib baik seperti saat menyingkirkan Real Madrid di semifinal. Kali ini mereka yang jadi pecundang setelah tendangan Drogba memastikan The Blues menang 4-3.

"Chelsea tak membuat peluang, tapi masih bisa juara. Ini sulit dipercaya," ucap Presiden Bayern, Uli Hoeness, di situs resmi klub,

"Ini sulit dituangkan ke dalam kata-kata. Kalau Anda punya begitu banyak peluang untuk menuntaskan pertandingan, Anda harus memaksimalkannya. Itulah kenapa kami kalah," katanya.

Manajer Umum Bayern, Christian Nerlinger, menyebut apa yang dialami timnya dinihari tadi sebagai sebuah mimpi buruk. Dia meyakini timnya lebih layak menang.

"Semua orang yang menonton pertandingan tahu kami layak menang. Apa yang terjadi adalah mimpi buruk buat kami. Kami benar-benar kecewa," ungkap dia.

"Sulit menemukan kata-kata yang pas. Ini benar-benar mimpi buruk, dan suasana di ruang ganti menggambarkan hal tersebut. Kami jelas merupakan tim yang lebih baik," tutur Nerlinger.

Jumat, 20 April 2012

Scholes Bisa Dapat Kesempatan Kalau Mau

Paul Scholes.(foto:Daylife)
Paul Scholes.(foto:Daylife)
LONDON - Setelah kembali ke skuad Manchester United Januari lalu, orang mulai percaya Paul Scholes juga bisa melakukan comeback ke timnas Inggris. Tenaga Scholes memang masih dibutuhkan terutama setelah Jack Wilshere dipastikan tidak akan bisa tampil di Euro 2012, karena cedera.

“Paul Scholes memiliki kelas berbeda sejak dia melakukan comeback. Dia sangat membantu Michael Carrick di area tengah. Saya kira permainan Carrick berkembang sejak Scholes kembali,” kata gelandang veteran, Ray Parlour, seperti dikutip Goal, Rabu (18/4/2012).

Selama mengenakan jersey Inggris, Scholes menorehkan 66 penampilan dengan 14 gol. Debut pertamanya di timnas dimulai ketika melawan Afrika Selatan pada 1997 saat usianya 23 tahun.

Sejak itu, pemain kelahiran Saford Greater Manchester 1974 itu menjadi tulang punggung The Jack Unions termasuk saat Piala Dunia 2002. Tapi kenyamanannya terusik, karena setelah turnamen itu, pelatih Inggris Sven Goran Ericsson memainkannya sebagai gelandang kiri untuk mengakomodir kehadiran Steven Gerrard dan Frank Lampard.

Scholes pernah menolak dipanggil timnas saat Inggris berangkat ke Piala Dunia 2010. Sebelumnya pemain yang dijuluki si Rambut Jagung itu memang sudah memutuskan pensiun dari timnas sejak Agustus 2004 dengan alasan keluarga dan ingin fokus ke klub.

“Scholes pasti mendapatkan kesempatan, jika dia bersedia. Ini tergantung dia apakah dia ingin bermain atau tidak,” jelas gelandang yang pernah memperkuat Inggris di era 1999-2000 itu.

Kamis, 19 April 2012

Barcelona keok di Stamford Bridge


Didier Drogba merayakan gol semata wayangnya ke gawang Barcelona (Foto: Getty Images)
Didier Drogba merayakan gol semata wayangnya ke gawang Barcelona
LONDON - Dominasi Barcelona sepanjang pertandingan harus berujung kekalahan. Gol tunggal Didier Drogba memberikan kemenangan penting 1-0 Chelsea pada leg pertama semi final.

Menjamu Barca di Stamford Bridge, Kamis (19/4/2012), pelatih Roberto Di Matteo hanya mengandalkan Didier Drogba di lini depan, dengan sokongan Juan Mata di lini kedua.

Sementara di kubu Barca, pelatih Pep Guardiola mencadangkan Gerard Pique dan memilih Javier Mascherano untuk berduet dengan Carles Puyol di jantung pertahanan. Di lini depan, Pep mempercayakan Cesc Fabregas, Alexis Sanchez dan tentunya Lionel Messi.

Unggul dalam penguasaan bola, gawang Barca malah lebih dulu terancam. Pada menit ke-3, Petr Cech mengirim umpan jauh yang diterima Drogba. Sayang, kontrol bola striker Pantai Gading ini masih terlalu deras, sehingga bola berhasil diamankan Victor Valdes.

Barca langsung merespon dengan sebuah peluang emas dari Sanchez di menit ke-7. Menerima umpan terobosan lambung Andres Iniesta, Sanchez yang lolos dari jebakan offside, mencungkil bola melewati Cech. Sial, bola masih membentur mistar gawang.

Gelombang tekanan Barca kembali datang pada menit ke-17. Messi melewati hadangan tiga pemain Chelsea untuk merangsek ke kotak penalti dan mengirim umpan ke Iniesta.

Gelandang elegan Spanyol itu langsung menyambutnya dengan sepakan keras yang masih mampu diblok Cech. Bola muntah mengarah ke Fabregas. Tapi sayangnya, tendangan mantan gelandang Arsenal ini tidak sempurna sehingga bola gagal meluncur ke gawang.

Barca kian asyik mendominasi penguasaan bola dan menciptakan sejumlah peluang. Pada menit ke-27, Fabregas sukses melewati penjagaan Gary Cahill dan melepas tembakan keras namun masih digagalkan Cech.

Satu menit berselang, Cech kembali melakukan aksi penyelamatan gemilang. Kali ini, kiper nomor satu Republik Ceska sukses mementahkan sundulan keras Messi yang menyambut umpan Sanchez.

Memasuki menit-menit akhir babak pertama, Blaugrana kembali menebar terror. Messi sukses memenangi duel kontra Obi Mikel dan langsung mengirim umpan ke Fabregas yang menyambutnya dengan sontekan manis melewati penjagaan Cech. Namun apesnya, bola yang tengah meluncur ke gawang kosong sukses di sapu Ashley Cole.

Saat babak pertama diperkirakan bakal berakhir 0-0, Chelsea membuat kejutan di masa tambahan waktu. Berawal dari serangan balik cepat, Ramires mengirim umpan silang ke Drogba yang sukses melepaskan tembakan untuk membobol gawang Valdes. Chelsea menutup paruh pertama dengan keunggulan 1-0.

Bertekad mengejar defisit, Barca langsung mengambil inisiatif serangan di babak kedua. Masuk menit ke-52, fullback Adriano Correia melakukan overlap dan melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Namun, lagi-lagi Cech tampil brilian dalam menghalau bola.

Lima menit berselang, peluang emas kembali gagal dimanfaatkan para punggawa Barca. Kali ini giliran Sanchez yang gagal memaksimalkan umpan matang Fabregas. Tembakan Sanchez yang dikawal tiga pemain Chelsea, hanya tipis di sisi gawang.

Memasuki satu jam laga, Barca masih terus menekan Chelsea. Lionel Messi beberapa kali menebar ancaman baik itu lewat aksi individu maupun tendangan bebas. Namun, sejauh ini barisan belakang The Blues masih cukup disiplin dalam menggagalkan setiap aksi pemain terbaik dunia tiga kali itu.

Pada menit ke-70, Messi diganjal Ramires tepat di luar garis penalti. Tendangan bebas dieksekusi Xavi, namun bola hanya melintas di atas mistar Cech.

Chelsea yang tertekan sepanjang babak kedua, punya peluang di menit ke-80. Drogba memimpin serangan balik cepat. Sayang, umpan terobosan Drogba dari tengah lapangan gagal dikejar Kalou yang mendapat kawalan Masherano.

Masuk lima menit akhir laga, tekanan Barca kian massif. Pada menit ke-86, Puyol nyaris menyamakan kedudukan melalui sundulan, memanfaatkan umpan tendangan bebas Messi. Akan tetapi, sekali lagi Cech tampil gemilang dalam menepis bola.

Barca terus menebar teror pada tiga menit waktu tambahan. Pedro berpeluang besar menggagalkan kemenangan Chelsea di masa injury time. Apesnya, sepakan kerasnya hanya menerpa tiang gawang. Barca yang unggul penguasaan bola hingga 72%, harus menelan kekalahan pertamanya musim ini.

Dengan hasil 1-0 ini, praktis Blaugrana harus menang dengan selisih dua gol saat gantian menjamu The Blues di Camp Nou pada leg kedua, Rabu (25/4/2012) dini hari nanti. Sementara bagi Chelsea, mereka hanya butuh hasil imbang untuk bisa menuntaskan dendam tiga tahun silam dan melaju ke final.

Susunan Pemain:
CHELSEA (4-2-3-1): 
Cech; Ivanovic, Cahill, Terry, Cole; Mikel, Meireles, Lampard; Ramires, Mata/Kalou (74’), Drogba

BARCELONA (4-3-3): Valdes; Alves, Puyol, Mascherano, Adriano; Busquets, Xavi, Iniesta; Cesc/Thiago (79’), Alexis/Pedro (66’), Messi (fit)

Senin, 26 Maret 2012

Ronaldo Pecahkan Rekor Legenda Madrid


Cristiano Ronaldo merayakan gol ke gawang Sociedad (Foto: Getty Images)
Cristiano Ronaldo merayakan gol ke gawang Sociedad (Foto: Getty Images)
MADRID - Laga melawan Real Sociedad memberikan kenangan manis buat Cristiano Ronaldo. Mesin gol Real Madrid ini sukses mencetak 100 gol di kancah La Liga.

Ronaldo tampil ciamik saat Madrid melumat habis Sociedad dengan kemenangan telak 5-1 di Santiago Bernabeu, Minggu (25/3/2012) dini hari tadi. CR7 sukses menyumbang dua gol sekaligus mencatatkan gol ke-101nya di La Liga.

Torehan 100 gol yang dibukukan Ronaldo ternyata sukses mencatatkan dirinya sebagai pemain yang paling cepat mencetak 100 gol dalam sejarah La Liga.

Sebagaimana dikutip The Times of India, Ronaldo mampu menyentuh angka 100 gol hanya dalam 92 laga. Catatan ini ini praktis memecahkan rekor milik legenda Madrid, Ferenc Puskas yang membutuhkan 105 laga untuk mencetak 100 gol pada tahun 1960.

Sejauh ini, Ronaldo telah mencetak 35 gol di pentas La Liga, atau sama dengan koleksi gol rival abadinya, Lionel Messi. Dengan sembilan laga tersisa di La Liga, Ronaldo berpeluang memecahkan rekor 40 gol (dalam satu musim) yang dicetaknya pada musim lalu.

Berikut rincian gol Ronaldo selama 3 musim di Madrid:

2009-2010: 26 gol (29 laga)
2010-2011: 40 gol (34 laga)
2011-2012: 35 gol (29 laga)

Total: 
101 gol (92 laga) (acf)

Sabtu, 17 Maret 2012

Europa League - Fergie: Beaten by the better side

Manchester United manager Alex Ferguson has admitted Athletic Bilbao were the better side over two legs in their Europa League last-16 tie.
Manchester United's coach Alex Ferguson and Athletic Bilbao's coach Marcelo Bielsa watch their Europa League second leg soccer match at San Mames stadium in Bilbao March 15, 2012. - 0

 
United, who this time last year were well on their way to the Champions League final, were outplayed in both legs by the Spanish club, losing 2-1 in Spain and 5-3 overall.
United forward Wayne Rooney scored a superb 80th-minute consolation goal but the damage was already done as the enthusiasm and skill of La Liga's seventh-placed side proved too much for the English champions.
"I don't think we can complain," United manager Alex Ferguson told Channel Five television. "There are always lessons in every football match whether you win or lose.
"It's the disappointment more than anything that we haven't progressed in the Champions League and we're out of the Europa League now."
He later added: "Trying to analyse this season against others is a bit difficult. There is a route in terms of some of the goals we have lost in these tournaments. They have been pretty poor. It has been a disappointing year.
"In the second half in particular, Bilbao were the better team.

Liga - Barca legend Basora dies aged 85

Former Barcelona winger Estanislau Basora died on Friday aged 85, the La Liga club announced.

Spain at the 1950 World Cup inBrazil.
One of his most memorable performances came in June 1949 when he bagged a hat-trick in a friendly against France in Paris that earned him the nickname "Monster of Colombes", after the Olympic stadium located there.
"We are sad to announce the death on Friday morning of Estanislau Basora," Barca said in a statement on their website.
"He will be remembered as one of the most emblematic players in FC Barcelona history," they added