Salam, saya telah bekerja selama dua tahun, saat ini saya hendak mencoba
investasi emas batangan. Dari informasi yang saya dapatkan, saya
dianjurkan untuk membeli emas batangan yang memiliki sertifikat dari
ANTAM.
Saya saat ini bekerja di Maros-Sulsel, apakah di Makassar
ada kantor perwakilan ANTAM untuk penjualan emas batangannya? Produk
investasi bank di indonesia apakah ada yang memasarkan produk investasi
emas?
Kalau ada, tolong diberikan referensinya dan penjelasan
mengenai investasi produk tersebut. Atas informasinya saya ucapkan
terima kasih.
Oleh:
Haidel
(haidel.gersang@cp.co.id)
Pucak, Kecamatan Tompobulu, Maros
Jawaban:
Biasanya
toko-toko emas yang ada di pusat perbelanjaan atau pasar tradisional
juga ada yang menjual emas batangan dengan sertifikasi dari ANTAM. Ada
stempel atau cap dari ANTAM pada batangan emas tersebut dan sertifikat
dari ANTAM.
Emas batangan fisik memang lebih cocok untuk
dijadikan investasi dibandingkan dengan emas perhiasan. Karena emas
batangan yang memiliki sertifikat yang diakui secara nasional atau
internasional (ANTAM) lebih mudah diperjualbelikan.
Sedangkan
emas perhiasaan sebagai sarana investasi memiliki kelemahan seperti
ongkos pembuatan, penurunan harga yang besar bila ingin dijual kembali,
sehingga bila ingin meraih untung, harus disimpan untuk jangka waktu
yang cukup lama.
Bank-bank di Tanah Air terutama bank syariah ada
yang merilis produk emas tapi bukan berupa investasi melainkan berupa
gadai emas. Di mana nasabah bisa mendapatkan uang tunai dengan
menjaminkan emasnya di bank tersebut. Untuk lebih jelasnya, silakan Anda
langsung menghubungi customer service bank-bank tersebut.
Tampilkan postingan dengan label Economy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Economy. Tampilkan semua postingan
Jumat, 20 April 2012
Kamis, 19 April 2012
BBM Indonesia termurah se-Asia
JAKARTA - Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis premium di Indonesia merupakan harga termurah di kawasan Asia jika dibandingkan dengan negara berkembang lainnya.
Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo menjelaskan, karena murahnya harga BBM tersebut maka kesempatan terjadinya penyimpangan seperti penimbunan dan penyelundupan BBM sangar besar. Hal tersebut, mengingat keuntungan berlipat ganda jika premium dijual keluar negeri.
"Karena BBM kita murah takutnya diselundupkan ke luar negeri karena disana lebih mahal, penimbunan-penimbunan itu harus di jaga," ungkapnya kala ditemu dalam Rapat di Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Senayan, Jakarta, Sabtu (24/3/2012).
Menurutnya, saat ini harga premium di Indonesia masih berada pada level Rp4.500 per liter, dimana di negara Vietnam sudah mencapai Rp10 ribu per liter dan di India sebesar Rp12 ribu per liter.
"Padahal kondisi pendapatan perkapita mereka masih lebih buruk. Jika kira lihat negara yang lebih maju dari indonesia misalnya Di korea harga premium sudah mencapai Rp 16 ribu per liter,"paparnya.
Maka dari itu, dengan rencana kenaikan harga premium tersebut diharapkan akan menguruangi terjadi penyimpangan-penyimpangan yang terjadi saat ini.
"Kita perlu mengendalikan subsidi BBM, karena harga minyak dunia sudah terus meningkat, harga BBM kita harus bisa kita jaga," pungkasnya.
Berikut data-data harga jual BBM di sejumlah negara Asia seperti dikutip Pertamina:
Negara Harga Solar Harga Premium
Indonesia Rp4.500 per liter Rp4.500 per liter
Malaysia Rp4.784 per liter Rp5.066 per liter
Vietnam Rp7.049 per liter Rp7.759 per liter
India Rp6.691 per liter Rp9.103 per liter
Thailand Rp7.367 per liter Rp8.777 per liter
Filipina Rp6.590 per liter Rp8.451 per liter
Singapura Rp8.429 per liter Rp11.560 per liter
10 Perusahaan RI Masuk Daftar Perusahaan Terbesar Dunia
SEBANYAK 10 perusahaan asal Indonenia berhasil menembus daftar 2.000 perusahaan listed terbesar di dunia versi Forbes, Global 2000. Enam di antaranya perusahaan milik negara (BUMN) dan empat di antaranya perusahaan swasta.
Dari dua ribu perusahaan ini, Amerika Serikat (AS) dan Jepang tampak mendominasi. Sebanyak 524 perusahaan berasal dari Amerika Serikat (AS) dan 258 perusahaan berasal dari Jepang. Dan perusahaan asal Korea Selatan ada 68 perusahaan, 61 perusahaan dari India dan Inggris diwakili 93 perusahaan.
Berikut ini 10 perusahaan yang mewakili Indonesia di daftar bergengsi tersebut, seperti dilansir dariForbes.
1. PT Gudang Garam Tbk (GGRM), peringkat 1.399
Perusahaan produsen rokok ini memiliki pendapatan sebesar USD4,2 miliar dengan laba bersih USD500 juta. Asetnya tercatat USD3,4 miliar dan market value-nya USD11,5 miliar.
2. PT Semen Gresik Tbk (SMGR), peringkat 1.674
Produsen semen milik negara ini mencatat pendapatan sebesar USD1,6 miliar dengan laba bersih USD700 juta. Asetnya tercatat USD1,7 miliar dan market value-nya USD8,1 miliar.
3. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), peringkat 1.351
Perusahaan ini mencatat pendapatan sebesar USD2,2 miliar dengan laba bersih USD700 juta. Asetnya tercatat USD3,5 miliar dan market value-nya USD10,1 miliar.
4. PT Bumi Resources Tbk (BUMI), peringkat 1.898
Perusahaan ini mencatat pendapatan sebesar USD4,4 miliar dengan laba bersih USD300 miliar. Asetnya tercatat USD8,8 miliar dan market value-nya USD5,4 miliar.
5. PT Bank Negara Indonesia Tbvk (BBNI), peringkat 969
Bank BUMN memiliki pendapatan sebesar USD3,1 miliar dengan laba bersih USD600 juta. Asetnya tercatat USD32,9 miliar dan market value-nya USD7,8 miliar.
6. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), peringkat 488
Bank milik pemerintah ini mencatat pendapatan sebesar USD6 miliar dengan laba bersih US1,3 miliar. Asetnya tercatat USD60,4 miliar dan market value-nya USD17,6 miliar.
7. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), peringkat 479
Bank BUMN ini mencatat pendapatan sebesar USD5,9 miliar dengan laba bersih USD1,7 miliar. Asetnya tercatat USD51,5 miliar dan market value-nya USD18,4 miliar.
8. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), peringkat 726
BUMN ini mencatat pendapatan sebesar USD7,6 miliar dengan laba bersih USD1,3 miliar. Asetnya tercatat USD11,1 miliar dan market value-nya USD14,9 miliar.
9. PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN), peringkat 1.636
Bank ini mencatat pendapatan sebesar USD2,4 miliar dengan laba bersih USD400 juta. Asetnya tercatat USD15,6 miliar dan market value-nya USD4,6 miliar.
10. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), peringkat 700
Bank ini mencatat pendapatan sebesar USD3,1 miliar dengan laba bersih USD900 miliar. Asetnya tercatat USD35,9 miliar dan market value-nya USD21,1 miliar.
Dari dua ribu perusahaan ini, Amerika Serikat (AS) dan Jepang tampak mendominasi. Sebanyak 524 perusahaan berasal dari Amerika Serikat (AS) dan 258 perusahaan berasal dari Jepang. Dan perusahaan asal Korea Selatan ada 68 perusahaan, 61 perusahaan dari India dan Inggris diwakili 93 perusahaan.
Berikut ini 10 perusahaan yang mewakili Indonesia di daftar bergengsi tersebut, seperti dilansir dariForbes.
1. PT Gudang Garam Tbk (GGRM), peringkat 1.399
Perusahaan produsen rokok ini memiliki pendapatan sebesar USD4,2 miliar dengan laba bersih USD500 juta. Asetnya tercatat USD3,4 miliar dan market value-nya USD11,5 miliar.
2. PT Semen Gresik Tbk (SMGR), peringkat 1.674
Produsen semen milik negara ini mencatat pendapatan sebesar USD1,6 miliar dengan laba bersih USD700 juta. Asetnya tercatat USD1,7 miliar dan market value-nya USD8,1 miliar.
3. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), peringkat 1.351
Perusahaan ini mencatat pendapatan sebesar USD2,2 miliar dengan laba bersih USD700 juta. Asetnya tercatat USD3,5 miliar dan market value-nya USD10,1 miliar.
4. PT Bumi Resources Tbk (BUMI), peringkat 1.898
Perusahaan ini mencatat pendapatan sebesar USD4,4 miliar dengan laba bersih USD300 miliar. Asetnya tercatat USD8,8 miliar dan market value-nya USD5,4 miliar.
5. PT Bank Negara Indonesia Tbvk (BBNI), peringkat 969
Bank BUMN memiliki pendapatan sebesar USD3,1 miliar dengan laba bersih USD600 juta. Asetnya tercatat USD32,9 miliar dan market value-nya USD7,8 miliar.
6. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), peringkat 488
Bank milik pemerintah ini mencatat pendapatan sebesar USD6 miliar dengan laba bersih US1,3 miliar. Asetnya tercatat USD60,4 miliar dan market value-nya USD17,6 miliar.
7. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), peringkat 479
Bank BUMN ini mencatat pendapatan sebesar USD5,9 miliar dengan laba bersih USD1,7 miliar. Asetnya tercatat USD51,5 miliar dan market value-nya USD18,4 miliar.
8. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), peringkat 726
BUMN ini mencatat pendapatan sebesar USD7,6 miliar dengan laba bersih USD1,3 miliar. Asetnya tercatat USD11,1 miliar dan market value-nya USD14,9 miliar.
9. PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN), peringkat 1.636
Bank ini mencatat pendapatan sebesar USD2,4 miliar dengan laba bersih USD400 juta. Asetnya tercatat USD15,6 miliar dan market value-nya USD4,6 miliar.
10. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), peringkat 700
Bank ini mencatat pendapatan sebesar USD3,1 miliar dengan laba bersih USD900 miliar. Asetnya tercatat USD35,9 miliar dan market value-nya USD21,1 miliar.
PT Timah Bagi Dividen Rp889,08/Saham
PT Timah Tbk (TINS) membagikan dividen sebesar Rp89,08 per saham. Atau secara total, perseroan mengalokasikan Rp448,39 miliar dari laba 2011 untuk dividen.
Laba bersih perseroan di 2011 sebesar Rp896,8 miliar atau turun lima persen dibandingkan perolehan laba bersihnya 2010 sebesar Rp947,9 miliar. Adapun dari perolehan laba bersihnya di 2011 ini, sebesar 50 persennya akan dibagikan sebagai dividen tunai.
"Penggunaan laba bersih perseroan sebesar Rp896 miliar digunakan untuk pembagian dividen tunai sebesar Rp448,39 miliar atau Rp89,08 per lembar saham," demikian diungkapkan Sekretaris Perusahaan PT Timah Abrun Abubakar saat konferensi pers setelah Rapat Umum Pemegang Saham 2011, di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta, Kamis (19/4/2012).
Dividen ini, akan mulai dibagikan di akhir Mei mendatang. Abrun menambahkan, sebagai sisanya, PT Timah akan mengalokasikan keuntungannya untuk program kemitraan dan bina lingkungan sebesar tiga persen sekira Rp27 miliar dan cadangan sebesar 47 persen atau Rp421,486 miliar.
Selain mengumumkan pembagian dividen, PT Timah juga mengumumkan pergantian komisaris dan direksi. Sehingga susunan komisaris sekarang adalah Insmerda Lebang sebagai Komisaris Utama, Bingrosalto L Tobung sebagai komisaris, M Lobo Balia sebagai komisaris, Suhendro sebagai komisaris, Suryadi Sama sebagai komisaris independen dan Erfi Triassunu sebagai komisaris.
Sementara, susunan direksi antara lain Sukrisno sebagai direktur utama, Dadang Mulyadi sebagai direktur, Purwijayanto sebagai direktur, Ahmad Rosidi sebagai Direktur, Abrun Abubakar sebagai direktur dan Ahmad Subagja sebagai direktur
Laba bersih perseroan di 2011 sebesar Rp896,8 miliar atau turun lima persen dibandingkan perolehan laba bersihnya 2010 sebesar Rp947,9 miliar. Adapun dari perolehan laba bersihnya di 2011 ini, sebesar 50 persennya akan dibagikan sebagai dividen tunai.
"Penggunaan laba bersih perseroan sebesar Rp896 miliar digunakan untuk pembagian dividen tunai sebesar Rp448,39 miliar atau Rp89,08 per lembar saham," demikian diungkapkan Sekretaris Perusahaan PT Timah Abrun Abubakar saat konferensi pers setelah Rapat Umum Pemegang Saham 2011, di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta, Kamis (19/4/2012).
Dividen ini, akan mulai dibagikan di akhir Mei mendatang. Abrun menambahkan, sebagai sisanya, PT Timah akan mengalokasikan keuntungannya untuk program kemitraan dan bina lingkungan sebesar tiga persen sekira Rp27 miliar dan cadangan sebesar 47 persen atau Rp421,486 miliar.
Selain mengumumkan pembagian dividen, PT Timah juga mengumumkan pergantian komisaris dan direksi. Sehingga susunan komisaris sekarang adalah Insmerda Lebang sebagai Komisaris Utama, Bingrosalto L Tobung sebagai komisaris, M Lobo Balia sebagai komisaris, Suhendro sebagai komisaris, Suryadi Sama sebagai komisaris independen dan Erfi Triassunu sebagai komisaris.
Sementara, susunan direksi antara lain Sukrisno sebagai direktur utama, Dadang Mulyadi sebagai direktur, Purwijayanto sebagai direktur, Ahmad Rosidi sebagai Direktur, Abrun Abubakar sebagai direktur dan Ahmad Subagja sebagai direktur
Langganan:
Postingan (Atom)